0

Riddle : Rumah Kaca

Posted by Unknown on 21.42
Berhubung pelajaran fisika gue lagi belajar tentang cermin, gue mendapat ide buat riddle ini. . . . Menurut gue, ini masih terbilang gampang kok riddlenya.

Versi 1 :

Hari itu, aku dan kawanku, Brandon, pergi ke sebuah taman hiburan di pinggiran kota. Kabarnya, rumah kaca di taman hiburan itu sangat sukar untuk dilewati. Bahkan dikabarkan bahwa ada yang meninggal karena tidak bisa keluar. Menakutkan bukan? Pihak kepolisian sudah menutup rumah kaca itu. Namun, aku dan Gisela tetap berniat untuk melewatinya di malam hari (tentu saja, agar tidak tertangkap)

Setelah mengendarai sepeda motor tua milikku, kami tiba di taman itu sekitar pukul 11 malam. Udara dingin menyapu badan kami yang telah terlindungi oleh jaket. Kami menerobos gerbang utama dengan memanjatnya. Cukup mudah, bahkan sangat mudah. Penjagaan di sini tidak terlalu ketat, karena tidak ada yang menarik. Selain, yaa tentu saja rumah kaca itu.

Kami berjalan perlahan lahan agar tidak terdengar oleh siapapun. Tinggal belok kanan, dan kami akan tiba di bagian belakang rumah kaca itu. Baru saja kami melongokkan kepala kami sedikit, ternyata banyak orang yang sudah berada di sana lebih dulu dari kami. Baru kali ini kami terlambat. Kamipun segera bergegas berlari ke dalam rumah kaca itu dan berusaha mengingat jalan-jalan yang pernah kami lewati.

----

Versi 2 :

Aku berusaha mencari jalan keluar dari rumah kaca terkutuk ini. Beragam macam cermin telah kulewati, hingga tibalah aku di bagian cermin cembung. Aku terdiam sejenak, ku atur nafasku, lalu aku melihat sekeliling untuk mencari jalan keluar. Kuperhatikan bayanganku, yang tampak lebih dekat. Aku tidak mempedulikannya hingga penglihatanku menghilang dan semuanya menjadi gelap.



Gampang kan?
Coba yuk jawab di komentar atau mau lewat e-mail juga gapapa.
See ya!

0

GO-JEK

Posted by Unknown on 16.49
Haii!!!
Oke bagi yang ngikutin perkembangan blog gue pasti tau kan kalo gue mau bikin cerita ttg horror. Well, on progress kok. 
Sementara itu gue mau ceritain pengalaman gue tentang Go-jek.

Jadi, Waktu itu gue lagi di rumah temen gue, si princess, bersama dengan si buncis, umi, rendang, xx, nope dan eya. Gaada yang spesial sih, sampe akhirnya si Umi mau balik dan doi lebih memilih go-jek dibanding si dia  abang ojek biasa. Yaudahkantuh, ada gue, xx, serta eya yang punya aplikasi go-jek. Gue sih masih fokus kan ke film dan si xx menawarkan untuk mesenin go-jek. Eh. ternyata lemot banget, yaudah akhirnya si eya deh yang mesenin. Eh sama aja, lemot juga. Yaa.. gue kan sebagai temen gabisa tinggal diem. Gue pesenin deh tuh. Lalu gue ditelpon abang gojek kan asikdah ada yg tlp. Si abang nyari nyari alamat tapi ga ketemu, ternyata gue salah masukin nomor rumah si princess. Tapi pada akhirnya, Umi pun pulang dengan selamat.

0

Cerbung : Dia (Part 3)

Posted by Unknown on 18.46
"Ada apaan sih?" Mendengarku suaraku, mereka semua menengok ke arahku lalu membuka jalan. Semakin aneh. Kulangkahkan kakiku menuju ruang kelas. Di sana terdapat Billy tengah berlutut, memegang sebuket bunga dengan papan tulis yang telah dihias olehnya dan bertuliskan "I love you Nadine" Aku terpaku. Benar benar terpaku.

"Nadine" Panggilnya lembut. Aku hanya menunduk, menahan malu dan detak jantungku berdebar sangat cepat.

"Can you.. give me one more chance?" Dia mengangkat daguku. Sesaat aku menatap matanya yang berwarna coklat muda itu. Lalu aku memalingkan wajah. Nampaknya, seluruh siswa di sini tengah memandangi kami. Entah mengapa mataku tidak menemukan sosok Ricardo di tengah kerumunan itu.

"Nadine..? I need your answer." Aku masih mematung. Lalu kulihat Ricardo menerobos kerumunan dengan membawa sebuah kotak. Melihat kami sangat dekat, matanya terbelalak.

"Sorry ganggu" Ucapnya sembari pergi meninggalkan kami. Entah apa yang aku pikirkan, aku berlari mengejarnya. Billy mengikutiku dari belakang.

"Nadine!" Billy berteriak - teriak memanggil namaku, namun tak kuhiraukan sama sekali. Hingga akhirnya. mataku berkunang kunang dan kesadaranku mulai hilang. "NADINEE!" Mereka berdua berteriak memanggil namaku, itu hal terakhir yang aku dengar.


Copyright © 2009 6078 All rights reserved. Theme by Laptop Geek. | Bloggerized by FalconHive.